NASKAH MSQ 2021 DENGAN TEMA URGENSI MEMELIHARA LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN

Bismillahirrahmanirrahiim.

Uhayyikum Faikotan Salamah, Salamatun Mubarakah, Salamatun Islamiyah

Asssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahilladzi allafa bayna Quluubina, washsholaatu wassalamu ’ala sayyidil musthofa, wa’ala alihi ahlish shidqi wal wafa. Amma ba’d.

Dewan Hakim yang arif dan bijaksana, nan manimbang samo barek, maukua samo panjang, serta ma’asyiral muslimiin calon penghuni syurga.

Kita bangga sebagai bangsa Indonesia. Bangsa yang berada di garis khatulistiwa ini, memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah. Menurut data dari Food and Agriculture Organization menyebutkan bahwa hutan Indonesia masuk 10 besar negara dengan hutan terluas di dunia. Untuk kita ketahui bersama, hutan Indonesia merupakan hutan dengan koleksi kayu terbanyak di dunia, 80% hasil rotan di dunia, berasal dari Indonesia, dan penyumbang oksigen terbesar kedua di dunia adalah hutan Indonesia sehingga disebut sebagai paru-paru dunia. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.499 pulau, dengan wilayah laut mencapai 3.25 juta kilometer yang didalamnya tersimpan berbagai hasil laut yang begitu melimpah.

Namun sayang hadirin, kondisi hutan dan laut kita sudah sangat memprihatinkan. Menurut data dari Sipongi, sepanjang Januari hingga September 2019, kebakaran hutan mencapai 328 hektar. Dalam jurnal berjudul Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean menyatakan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik ke laut, tertinggi kedua di dunia yaitu sebanyak 187 juta ton. Persoalan tersebut hanya sebagian dari krisis lingkungan yang kita alami. Serangkaian bencana alam yang membahayakan biosfer dan ekosistem makhluk hidup seperti banjir dan tanah longsor merupakan fenomena yang akrab dengan masyarakat Indonesia. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sepanjang Januari 2021 sudah tercatat sebanyak 263 bencana. Semua itu tak lepas dari ulah tangan manusia. Tentunya hal ini harus mendapat perhatian serius bagi kita semua.

Atas dasar inilah, tergerak hati kami bertiga untuk menyampaikan syarahan yang berjudul:

URGENSI MEMELIHARA LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN

 

Dengan landasan firman Allah dalam Qs. Ar-Rum ayat 41, yang berbunyi:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya:”Telah terjadi kerusakan di daratan maupun di lautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Al-Alusi dalam tafsirnya Ruhul Ma’ani jilid 21 halaman 47, menafsirkan bahwa kata alfasad pada ayat di atas dengan arti kekeringan, kematian makhluk hidup, banyak terjadi kebakaran lahan, bencana dan malapetaka. Ketidakseimbangan serta kekurangan manfaat tersebut menimbulkan banyak ikan yang mati, hasil laut berkurang, daratan semakin panas, sehingga terjadi kemarau panjang. Alhasil, keseimbangan lingkungan menjadi kacau.

Secara eksplisit, ayat ini menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi disebabkan oleh tangan manusia. Bencana yang datang silih berganti karena manusia mengekploitasi alam tanpa diiringi upaya menjaga kelestariannya. Keangkuhan tangan-tangan manusia yang berlindung di balik dalih sains dan teknologi, telah mengikis habis keramahan alam. Dalam berita terakhir, diisyaratkan bahwa kondisi negeri ini semakin membuat khawatir. Banyak orang yang pintar dan mahir, namun tak kalah banyak yang miskin dan fakir. Lingkungan hidup semakin parah, akibat banyak yang serakah dan menjadi penjarah tak tentu arah.  

Ma'asyiral muslimin wal muslimat

Kita semua menyadari, Allah telah menciptakan bumi ini sedemikian indahnya, dan penuh dengan keseimbangan, yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagaimana Allah berfirman dalam Quran surah Al-Hijr ayat 19-20 yang berbunyi:

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ.وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ.

Artinya : “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya”.

           

Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah menyebutkan, bahwa kalimat   وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ  “dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” dipahami oleh beberapa ulama, dalam artian bahwa Allah swt menumbuhkan di bumi ini aneka ragam tanaman untuk kelangsungan hidup, dan menetapkan bagi setiap tanaman itu masa pertumbuhan dan penuaian tertentu, sesuai dengan kuantitas dan kebutuhan makhluk hidup. Demikian juga Allah swt menentukan bentuknya sesuai dengan penciptaan dan habitatnya. 

Alangkah indahnya jika setiap individu memiliki kesadaran untuk memelihara dan melestarikan alam, sehingga keseimbangan alam dapat terjaga. Para ilmuwan menyebut abad 21 sebagai the age of anxietyor restlenses, abad yang penuh dengan kegelisahan dan kecemasan. Isu perang antarsuku dan antarbangsa semakin menjadi-jadi, resesi ekonomi melanda seluruh negeri, ledakan penduduk semakin tak terkendali, bahkan pencemaran lingkungan tak terbendung lagi.

Ma'asyiral muslimin wal muslimat,

Menurut Muhammad Idris dalam buku Islam dan Etika Lingkungan, ada tiga tahapan sebagai landasan etika lingkungan dalam perspektif Islam.

1. Ta`abbud. Bahwa menjaga lingkungan merupakan implementasi kepatuhan kepada Allah.

2. Ta`aqquli. Perintah menjaga lingkungan secara logika dan akal pikiran memiliki tujuan yang sangat dapat difahami.

3. Takholluq. Menjaga lingkungan harus menjadi akhlak, tabi`at dan kebiasaan setiap orang.

Ma'asyiral muslimin wal muslimat,

Dari syarahan kami, dapat kita simpulkan bahwa Allah swt telah menciptakan alam ini dengan penuh keseimbangan dan keselarasan. Sayangnya, keseimbangan dan keselarasan tersebut terusik oleh keserakahan dan keangkuhan manusia. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama memelihara dan melestarikan lingkungan hidup sesuai perspektif Al-Quran. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita dalam mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini terutama dalam mengelola alam dan Semoga Allah memberikan keberkahan kepada bangsa kita tercinta ini, Aamin ya Rabbal ‘aalamiin.

Billahittaufiq wal-hidayah warridha wal inayah:)

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My 10 WHYs Become An Entrepreneur

Akibat Kekurangan Tidur

Vaksin Ga, Ya?