NASKAH MSQ 2019 DENGAN TEMA PERAN PEMUDA ISLAM DALAM PEMBANGUNAN BANGSA


Bismillahirrahmanirrahiim
Asssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahilladzi allafa bayyna Quluubina, washsholaatu wassalamu ’ala sayyidil musthofa, wa’ala alihi ahlish shidqi wal wafa. Amma ba’d.

Dewan hakim yang kami muliakan, hadirin semua calon penghuni syurga.

Merah putih indah berkibar,
Melambangkan kuatnya perjuangan bangsa.
Hadirin semua apa kabar?
Apakah sehat semuanya? Alhamdulillah.

Hadirin, Rahiimakumullah.

Berdasarkan pembukaan UUD 1945 alinia kedua dijelaskan bahwa masa sekarang merupakan hasil dari tindakan pada masa lalu dan langkah yang kita ambil pada masa sekarang akan menentukan masa yang akan datang. Dan, kita semua menyadari bahwa masa depan bangsa sangatlah ditentukan oleh generasi muda hari ini. Sebuah pepatah mengatakan,  Syu’banul Yaum, Rijaalul Ghad, The Youth of today are the leaders of tomorrow, Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan. Karena masa muda merupakan masa vital dan produktif untuk berkarya.

Dilihat dari kuantitas, Indonesia mempunyai penduduk dengan jumlah tertinggi ke-4 di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Dan, menurut data dari Badan Pusat Statistik, 73,7% dari jumlah penduduk tersebut merupakan penduduk berusia 40 tahun ke bawah yaitu sebanyak 195,5 juta jiwa. Berdasarkan hal itu, 26 tahun lagi Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi, tepat pada 100 tahun Indonesia merdeka.
Atas dasar inilah, maka tergugah hati kami bertiga untuk menyampaikan syarahan yang berjudul MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA BANGSA UNTUK PEMBANGUNAN INDONESIA EMAS 2045 dengan landasan firman Allah, Al-quran surah An-Nisa ayat 9 berikut ini

Artinya:
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Imam Hafidz 'Imaduddin Abu Alfida Ibnu katsir dalam tafsir Alquranul 'Adhim menyebutkan bahwa menurut riwayat Ibnu Abbas ayat ini turun berkenaan dengan seorang orang tua yang mewasiatkan kepada anaknya wasiat yang akan membawa kemudaratan baginya. Maka Allah memerintahkan kepadanya untuk merubah wasiatnya kepada ketakwaan kepada Allah dan kebaikan.

Hadirin, jika kita kaji lebih mendalam, ayat tersebut diawali dengan kata ŁˆŲ§Ł„ŁŠŲ®Ų“, yang istinbatnya adalah bentuk perintah, kaidah mengatakan “pada dasanya setiap perintah menunjukkan kewajiban.
Menurut ayat diatas jelas - jelas Allah swt memperingatkan manusia supaya tidak meninggalkan generasi penerus yang lemah, baik fisik, mental, intelektual apalagi spiritualnya. Prof. Dr. BJ. Habibi mengatakan setidaknya ada lima kelemahan yang harus kita hindari, yakni lemah harta, lemah fisik, lemah ilmu, lemah semangat hidup, dan yang paling ditakutkan adalah lemah akhlak. Hadirin, jika lima kelemahan ini melekat pada generasi-generasi muda, kami yakin mereka bukan lagi sebagai pelopor pembangunan melainkan sebagai virus pembangunan. 

Padahal hadirin, di negeri tercinta ini sejarah telah membuktikan sejak beratus tahun yang lalu. Pada 20 Mei 1908, pemuda-pemuda bangsa berkumpul untuk mewujudkan mimpi mereka menyatukan Indonesia melalui sebuah organisasi yang disebut Boedi Oetomo. Pada 28 Oktober 1928, mereka berkumpul kembali dalam merumuskan buah pikiran yang disebut sumpah pemuda. Sejarah tersebut mengajarkan kepada kita semua selaku para pemuda agar memiliki semangat juang yang tinggi serta tanggung jawab yang penuh terhadap pembangunan bangsa.

Sang Proklamator, Bung Karno, pernah berorasi dengan lantang, “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Begitu besarnya keyakinan Bung Karno terhadap para pemuda.

Kata-kata yang tidak kalah lantang juga digemakan oleh Syaikh Mushthofa al-Ghulaiyaini, seorang ulama besar dari Beirut Lebanon. Dalam karya visionernya yang berjudul ‘Izhatun Naasyi’in (  Ų¹ِŲøَŲ©ُ النَّŲ§Ų“ِŲ¦ِŁŠŁ† ), beliau berkarta: “Di tanganmulah, wahai generasi muda, segala urusan bangsa. Dalam langkahmu tertanggung masa depan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, melangkahlah kalian bagaikan seekor harimau yang gagah berani, yang tidak pernah mundur setapak pun. Bangkitlah laksana para pemegang panji perang, yang berangkat menuju medan juang dengan penuh tanggung jawab. Dengan usaha dan hasil karyamu, bangsa kalian akan hidup bahagia.
Begitulah harapan besar terpatri pada para pemuda!
Namun ironisnya, saat ini pemuda Indonesia banyak yang berada dalam kondisi memprihatinkan. Berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia menunjukkan bahwa jumlah penyalahguna narkoba pada tahun 2017 sebesar 3,2 juta jiwa, sedangkan setahun setelahnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan jumlahnya naik menjadi 5,9 juta jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan sebesar 45,7% dalam jangka satu tahun. Na’uzubillah. 
Belum lagi kasus-kasus lainnya, seperti tawuran, bullying, balapan liar, mabuk-mabukkan, penyalahgunaan media, dan lain sebagainya. Permasalahan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi sudah mewabah hingga ke pelosok desa.
Tentu, kita sebagai generasi muda islam tidak ingin bangsa kita berlarut-larut dalam problematika tersebut. Oleh sebab itu, mari kita singsingkan lengan, langkahkan kaki ke depan dengan bergandengan tangan. Bersatu kita teguh, becerai kita runtuh. Jika sikap ini yang diaplikasikan oleh para pemuda islam maka Allah akan menjamin keberkahan bagi bangsa kita tercinta ini.

Setidaknya hadirin, ada lima olah yang harus kita kerjakan untuk mencapai bonus demografi pada Indonesia Emas 2045, yakni olah rasa agar iman melekat, olah rasio agar ilmu meningkat, oleh raga agar badan sehat, oleh usaha agar ekonomi kuat, dan olah kinerja agar produktivitas meningkat. Hadirin jikalau lima potensi ini sudah kita miliki, khususnya sebagai pemuda Islam, maka kita dapat melanjutkan perjuangan demi meraih prestasi gemilang. Contohnya saja, pada tahun 2018, anak negeri berhasil meraih juara pertama dalam kejuaraan debat pada 4th International Schools Arabic Debating Campionship 2018, di Qatar. Masyaa Allah.

Sebelum kami mengakhiri syarahan kami, kami ingin membawakan sebuah syair :
Ayolah para pemuda, Ingatlah lima perkara
Kuatkan imannya, Tambahlah ilmunya
Mantapkan ekonominya…
Jagalah fisiknya, Sempurna akhlaknya
Semoga bangsa kan jaya

Hadirin rahimakumullah,
Dari uraian tadi, dapat kita simpulkan bahwa pemuda merupakan penerus estafet perjuangan bangsa. Maka soyogyanya pemuda harus memiliki semangat juang yang tinggi serta tanggung jawab penuh terhadap kelangsungan pembangunan nusa, bangsa dan agama untuk menyongsong Indonesia emas 2045. di samping itu, kita semua juga mempunyai tanggung jawab supaya tidak meninggalkan generasi penerus yang lemah, baik fisik, mental, intelektual dan spiritual.

Kami nan bukan cadiak pandai, ilemu di Tuhan tasimpannyo
Kok senteang tolonglah bilai, tandonyo kito sa-andiko

Billahittaufiq wal-hidaayah, warridhaa wal-inaayah
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Komentar

  1. Mantap betul lah mbak inišŸ˜
    Baru nemu blog nya mba hehe
    Semoga sehat selalu ya mba😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

My 10 WHYs Become An Entrepreneur

Akibat Kekurangan Tidur

Vaksin Ga, Ya?