PUISI BERBAGAI TEMA
![]() |
| https://www.elsetge.cat/pngvi/bJmmoT_manusia-siluet-langit-malam-man-wallpaper-at-night/ |
Karya Reta Prima Taiwa
Detik terus berjalan
Menit terus maju
Jam tak kan berhenti
Dan hari-hari tak kan mundur
Tapi, bagaimana dengan kami?
Menganggur, tak tau arah
Detik-detik tak bermakna
Menit-menit kami percuma
Jam-jam berlalu tanpa jejak
Dan, hari-hari kami berjalan tanpa arti
Kami hanyalah pengangguran
Tak menentu jalan yang harus kami lalui
Telah kami coba telusuri banyak jalan
Demi mencari sebuah pekerjaan
Ijazah sarjana telah kami kantongi
Tetap saja tak berarti!
Wahai para penguasa!
Tak adakah ruang untuk kami?
Ikut serta berkarya untuk negeri
Karna kami tek betah lagi
Menjadi tamu di negeri sendiri
Waktu Tak Akan Bertandang Dua kali
Karya Reta Prima Taiwa
Kau sibuk oleh ritual-ritual tanpa makna,
Kau asik dengan kesibukan sia-sia,
Begitu membuai
Memicu lalai!
Kau terlalu sibuk untuk sekedar menginsafi,
Bahwa waktu tak akan menanti!
Kau terlena untuk sekedar memahami
Kesempatan tak akan bertandang dua kali!
Dunia tak ‘kan jera
Menyuguhimu, anggur-anggur memabukkan
Hingga rasio tak berkutik!
Jangan menunggu saat raga telah berakar dalam bumi
Dan Kau menuai kecewa di terminasi!
Memang, tak ada tempat lagi bagiku
Tinta pena saja yang kan memperantarai
Pesan singkat ini, tertuju padamu
Wahai penghadang gelombang.
Sadarlah, bahwa waktu tak akan berbalik!
Kau dibuat terlena
Kau dibuat berlagak sibuk
Jika saja, kau menyadari
Jika saja kau faham
Waktu tak akan bertandang dua kali!
Awam
Karya Reta Prima Taiwa
Mungkin ku tak pantas bicara
Karna aku bukan siapa-siapa
Faktanya, aku memang tak tau apa-apa
Mengapa indonesia kian pincang?
Tertatih, dan merangkak
Pantaskah ku berkata begitu?
Sudahlah! Faktanya ku memang tak mengerti
Hanya, ku heran sebagai awam
Yang cuma bisa diam
Melihat kekayaan alam
Dirampas orang
Dimana para tokoh utama?
Yang dulu berkoar-koar
Tentang kesejahteraan manusia
Atau, apakah hanya aku yang merasa?
Bahwa dunia semakin lama semakin buta
Tapi, entahlah! Faktanya,
Aku memang hanyalah awam
Yang hanya bisa diam
Tak pantas bicara
Kau Tak Pantas!
Karya Reta Prima Taiwa
Kadangkala kau pernah mengalami hal ini
Masalah yang datang tiada henti
Jujur saja, tak sepantasnya kau mengeluh
Lagipula kepada siapa?
Dan, untuk apa?!
Jika masih sadar diri, kau tak akan melakukannya!
Mengeluh?!
Enak saja! Siapa kau sehingga kau berani berbuat secengeng itu??
Kau sadar? Kau tak punya hak tentang itu!
Kau tak pantas!!
Hah? Kau bilang itu kodratnya manusia?
Kau fikir semua manusia pantas
Kau fikir semua manusia pantas
mengeluh?
Kau fikir, kau manusia macam apa
Sehingga berani untuk bertindak cengeng begitu!
Coba saja!
Sekali lagi, biar kau lebih ingat!
Kau tak pantas!
Karna, aku tau kau tak selemah itu!
Itu saja dariku.
Jika masih sadar diri, dengarlah.
Sengketa Sederhana
Karya Reta Prima Taiwa
Kehormatan diri seringkali kita tinggikan di atas kebenaran
Beda antara kau dan akupun semakin hari
Menambah jelas, benang merah
Bahwa kita memang tak bisa lagi
Merajut cerita bersama
Setidaknya, untuk saat ini
Mungkin, kita lebih baik berpisah sementara
Sebentar saja,
Menyendiri bersama malam
Sengketa sederhana saja,
Seolah mengundang pertikaian
Sudahlah!
Sekarang, kuputuskan
Untuk kembali seperti saat-saat,
Antara kita belum ada apa-apa
Belum ada cerita ataupun sengketa
Hingga waktunya tiba
Saat sepi sudah mendekat
Biarkan rindu yang akan membawa kita
Tuk kembali bersua
Rindu
Karya Reta Prima Taiwa
Sebulan yang lalu
Terakhir kita bicara di telepon
Kau menangis
Kau bilang kau bersalah!
Tapi, salah apa?
Aku terlalu awam,
untuk sekadar menangkap maksudmu, waktu itu
untuk sekadar menangkap maksudmu, waktu itu
Ditengah kebingungan,
Hingga kini,
Aku memang masih belum kembali untuk menemuimu
Aku memang masih belum kembali untuk menemuimu
Saat itu, kau seolah-olah mengatakan
Jangan kembali!
Tapi, apakah mungkin?
Kini, suara-suaramu selalu terngiang
Menyeruak ke dada
Memanggil mimpi-mimpi buruk tentangmu
Disetiap tidur malamku
Disana, apakah kau baik-baik saja?
Aku tak setegar itu
Tolonglah, jangan siksa aku lewat rindu
Aku belum terbiasa
Mau sampai kapan?!!
Karya Reta Prima Taiwa
Kadang, kau terlalu sibuk untuk sekedar menyadari
Waktu tak akan menunggumu!
Kadang, kau terlena untuk sekedar memahami
Kesempatan tak mengunjungi dua kali
Kamu sibuk karna ritual-ritual tanpa makna
Melalaikan sangat.
Kamu terlena dengan aktivitas-aktivitas semu
Melenakan memang.
Tapi, mau sampai kapan sibuk begitu?
Letih tanpa arti!
Mau sampai kapan kau terlena begitu?
Ya, dunia!
Dunia tak kan pernah henti melenakan,
Hingga kau tak menyadarinya
Dunia juga tak akan jera
Menyuguhimu, anggur-anggur memabukkan
Hingga tak ada lagi kesadaran di otakmu!
Kau dibuat terlena, kawan!
Kau dibuat sok sibuk
Jika saja, kau menyadari
Jika saja kau faham
Tentu tak akan begini
Kepada Bintang
Karya Reta Prima Taiwa
Bintang, apakah kau masih disana?
Aku janji, aku akan datang,
Dengan seluruh pengharapanmu
Tapi nanti
Tunggu saja
Setahun, dua tahun, tiga tahun,
Atau beberapa tahun lagi aku akan kesana
Menemuimu
Jadi,
Ku tanya lagi,
Apakah disana kau masih sanggup menunggu?
Aku tak bisa berkata pasti tentang kapan aku datang padamu
Toh, aku bukanlah penentu
Tolong mengerti,
masih banyak yang harus ku selesaikan disini
Aku janji,
Aku tidak akan membuatmu menunggu lebih lama lagi
Karna aku juga tak sanggupberlama-lama
Tanpamu
Dan aku tak sanggup seperti bulan
Asa
Karya Reta Prima Taiwa
Ku gantung asa setinggi-tingginya
Berharap langit akan membalasnya
Dengan butir-butir yang lebih menyejukkan
Apapun itu, ku serahkan padaNya
Hanya hati yang boleh tau
Saat akal belum siap untuk mengumbar
Hanya waktu yang bisa memberi kepastian
Tak ada yang perlu kau cemaskan
tentang takdir langit
Kucing di darat saja dipertemukannya dengan ikan
di laut sana
Itu kuasaNya!
Suatu saat,
Pengorbanan tak akan berakhir percuma
Karna Dia ada,
Dan tak akan pernah lalai
Tentang apa yang harus kau raih
Dari asa yang tak kan pernah berkarat
Dari ingatan yang terus melekat
Serta tekat yang selalu kuat

Baguuuuus
BalasHapus